1. PROSES TERJADINYA KENYANG DAN LAPAR
Rasa lapar sebenarnya dipicu oleh peningkatan hormon Ghrelin
dalam darah yang diproduksi oleh sel-sel dilambung. Puasa menyebabkan
peningkatan produksi hormon Ghrelin ini di lambung. Ghrelin dalam penelitian
menunjukkan efek positip terhadap sekresi dan kerja insulin. Ghrelin yang
meningkat menyebabkan kerja insulin lebih bagus. Pada orang gemuk Ghrelin dalam
darah rendah dan disinyalir memperburuk sinyal insulin. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa Ghrelin baik untuk membantu kerja insulin. Ini salah satu
alasan tambahan mengapa rasa lapar itu penting untuk kita rasakan. Rasa lapar
dan puasa akan cenderung meningkatkan produksi Ghrelin yang pada akhirnya
penting untuk kesehatan metabolisme.
Mekanisme Lapar
Fisiologi Lapar
Mekanisme Lapar
Fisiologi Lapar
Pusat saraf yang mengatur asupan makanan
ü Nukleus lateral hipotalamus, berfungsi sebagai
pusat makan
ü Nukleus ventromedial hipotalamus berperan
sebagai pusat kenyang
ü Nukleus paraventrikular, dorsomedial,
dan arkuata
Faktor-faktor yang mengatur jumlah asupan makanan
Faktor-faktor yang mengatur jumlah asupan makanan
Pengaturan jumlah asupan makanan dapat dibagi menjadi :
Ø Pengaturan jangka pendek, yang terutama
mencegah perilaku makan yang berlebihan di setiap waktu makan
Ø Pengisian saluran cerna menghambat perilaku
makan, Bila saluran cerna teregang, terutama lambung dan duodenum, sinyal
inhibisi yang teregang akan dihantarkan terutama melalui nervus vagusn untuk
menekan pusat makan,sehingga nafsu makan berkurang.
Ø Faktor hormonal saluran cerna menghambat
perilaku, Kolesistokinin terutama dilepaskan sebagai respon terhadap lemak
yang masuk ke duodenum dan memiliki efek langsung ke pusat makan untuk
mengurangi perilaku makan lebih lanjut.
Selain itu,adanya makanan dalam usus akan merangsang usus
tersebut mensekresikan peptide mirip glucagon, yang selanjutnya akan
meningkatkan sekresi insulin terkait glukosa dan sekresi dari pancreas, yang
keduanya cendrung untuk menekan nafsu makan.
Ø Ghrelin, suatu hormone gastrointestinal
meningkatkan perilaku makan, Kadar Ghrelin meningkat disaat puasa,
meningkat sesaat sebelum makan, dan menurun drastic setelah makan yang
mengisyaratkan bahwa hormone ini mungkin berperan untuk meningkatkan nafsu
makan.
Ø Reseptor mulut mengukur jumlah
asupan makanan, Berkaitan dengan perilaku makan, seperti mengunyah,
salivasi, menelan, dan mengecap yang akan “mengukur” jumlah makanan yang masuk,
dan ketika sejumlah makan telah masuk, maka pusat makan dihipotalamus
akandihambat.
Ø Pengaturan jangka panjang, yang terutama
berperan untuk mempertahankan energy yang disimpan di tubuh dalam
jumlah normal.
PROSES ELIMINASI SISA
PENCERNAAN
Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh
yang normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada
gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain. Karena fungsi usus tergantung pada
keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang
berbeda. Proses nya sudah dimulai dari mulut.
MULUT
Saluran pencernaan merubah zat-zat makanan secara mekanik
dan kimiawi. Semua organ pencernaan bekerja sama untuk memastikan massa atau
bolus dari makanan dapat menjangkau daerah, penyerapan makanan dengan aman dan
efektif.
Pencernaan secara mekanik dan kimiawi dimulai dari mulut.
Gigi mengunyah makanan, memecahnya menjadi ukuran tertentu untuk telan.
Sekresi saliva mengandung enzim seperti : ptialin yang memulai mencerna elemen
makanan tertentu. Saliva mencairkan dan melembutkan bolus makanan yang ada di
mulut agar lebih mudah ditelan.
ESOPHAGUS
Ketika makanan memasuki esophagus bagian atas ia berjalan
melewati spinCter esophagus bagian atas dimana ada sebuah otot sirkular yang
mencegah udara masuk ke esophagus dan makanan dari refluks ke tenggorokan.
Bolus dari makanan mengadakan perjalanan sepanjang 25cm di esophagus. Makanan
didorong oleh oleh kontraksi otot polos. Sebagian dari esophagus berkontraksi
di belakang bolus makanan, otot sirkular di depan bolus.
Gerakan peristaltik mendorong makanan ke gelombang
berikutnya. Peristaltik menggerakkan makanan sepanjang saluran
gastrointestinal. Dalam 15 detik bolus makanan berpindah dari esophagus bagian
bawah. Spinkter esophagus bagian bawah terletak antara esophagus dan lambung,
dan perbedaan tekanan ada di bagian akhir esophagus. Tekanan esophagus bagian
bawah 10-40 mmHg, sedangkan tekanan lambung 5-10 mmHg. Tingginya tekanan
biasanya menyebabkan refluks dari isi lambung ke esophagus. Faktor-faktor yang
mempengaruhi tekanan spinkter bagian bawah antara lain ; antasid yang
menurunkan refluks ,dan makanan berlemak dan nikotin yang meninggikan refluks.
LAMBUNG
Dalam lambung, makanan disimpan sementara dan dipecahkan
secara mekanik dan kimiawi untuk pencernaan dan absorpsi. Lambung mensekresi
HCl, mukus, enzim pepsi, dan faktor intrinsik. Konsentrasi HCl mempengaruhi
keasaman lambung dan keseimbangan asam dalam tubuh. Setiap molekul HCl yang
disekresi di lambung, sebuah molekul bicarbonat memasuki plasma darah. HCl
membantu pencampuran dan pemecahan makanan di lambung, mukus melindungi mukosa
lambung dari keasaman dan aktivitas enzim.
Pepsin mencerna protein, walaupun tidak banyak pencernaan
yagn terjadi di lambung. Faktor intrinsik merupakan komponen penting yagn
dibutuhkan untuk penyerapan vitamin B12 di usus dan pembentukan sel darah
merah. Kekurangan faktor intrinsik menyebabkan
anemia.
Sebelum makanan meninggalkan lambung ia diubah menjadi bahan
yang semifluid yagn disebut CHYME.Chyme lebih mudah dicerna dan diabsorpsi
dari pada makanan yang padat.klien yang sebagian lambungnya hilang atau
menderita gastritis mempunyai masalah pencernaan yang serius karena makanan
tidak diubah menjadi chyme. Makanan memasuki usus halus sebelum dipecah menjadi
makanan yang benar-benar semifluid.
USUS HALUS
Selama proses pencernaan chyme meninggalkan lambung dan
memasuki usus halus. Usus halus merupakan suatu saluran yagn diameternya 2,5 cm
dan panjangnya 6 m. Yang terdiri dari 3 bagian : duodenum, jejenum, ileum.
Tercampur dengan enzim pencernaan (seperti empedu dan amilase) ketika berjalan
melewati usus halus.
Segmentasi (berganti-gantinya kontraksi dan relaksasi dari
otot polos) mengaduk chyme untukselanjutnya memecah makanan untuk dicerna
ketika chyme diaduk, gerakan peristaltik berhenti sementara agar absorpsi
terjadi. Chyme berjalan dengan lambat di saluran cerna untuk doabsorpsi. Banyak
makanan dan elektrolit yang diabsorpsi di usus halus.
Enzim dari pankreas (amilase) dan empedu dari kandung
empedu. Usus memecah lemak, protein dan karbohidrat menjadi elemen-elemen
dasar. Hampir seluruh makanan diabsorpsi oleh duodenum dan jejenum. Ileum
mengabsorpsi beberapa vitamin, zat besi dan garam empedu. Jika fungsinya
terganggu, proses pencernaan berubah secara drastis. Contoh : inflamasi, bedah
caesar,atau obstruksi dapat mengganggu peristaltik, mengurangi ares absorpsi,
atau memblok jalan chyme.
USUS BESAR
Bagian bawah dari saluran gastrointestinal adalah usus besar
(kolon) karena diameternya lebih besar dari usus halus. Bagaimanapun panjangnya
antara 1,5-1,8 cm adalah lebih pendek. Usus besar terbagi atas caecum, kolon,
dan rektum. Ini adalah organ penting dari eliminasi b.a.b.
CAECUM
Chyme yang diabsorpsi memasuki usus besar pada caecum
melalui katup ileocecal, dimana lapisan otot sirkular mencegah regurgitasi
(makanan kembali ke usus halus). Chyme yang halus ketika memasuki kolon volume
airnya berkurang. Kolon terdiri dari ascending, transverse, descending, &
sigmoid.
KOLON
Kolon mempunyai 4 fungsi : absorpsi, proteksi, sekresi, dan eliminasi.
Sejumlah besar air dan sejumlah natrium dan clorida diabsorpsi setiap hati. Ketika makanan berjalan melalui kolon, terjadi kontraksi HAUSTRAL. Ini sama dengan kontraksi segmental dari usus halus, tetapi lebih lama hingga mencapai 5 manit.kontraksi menghasilkan pundi-pundi besar di dinding kolon yagn merupakan area untuk absorpsi.
Kolon mempunyai 4 fungsi : absorpsi, proteksi, sekresi, dan eliminasi.
Sejumlah besar air dan sejumlah natrium dan clorida diabsorpsi setiap hati. Ketika makanan berjalan melalui kolon, terjadi kontraksi HAUSTRAL. Ini sama dengan kontraksi segmental dari usus halus, tetapi lebih lama hingga mencapai 5 manit.kontraksi menghasilkan pundi-pundi besar di dinding kolon yagn merupakan area untuk absorpsi.
Air dapat diabsorpsi oleh kolon dalam 24 jam, rata-rata 55mEq dari natrium dan 23mEq dari klorida diabsorpsi setiap hari. sejumlah air yagn diamsorpsi dari chyme tergantung dari kecepatan pergerakan kolon. Chyme biasanya lembut, berbentuk massa. Jika kecepatan kontraksi peristaltik cepat (abnormal) berarti ada kekurangan waktu untuk mengabsorpsi air dan feses menjadi encer. Jika kontraksi peristaltik lambat, banyak air yang diabsorpsi dan terbentuk feses yang keras sehingga menyebabkan konstipasi.
Kolon memproteksi dirinya sendiri dengan mengeluarkan
sejumlah mucous. Mucous biasanya bersih sampai buram dengan konsistensi
berserabut. Mucous melumasi kolon, mencegah trauma pada dinding dalam. Pelumas
adalah sesuatu yagn penting di dekat distal dari kolon dimana bagiannya menjadi
kering dan keras.
Fungsi sekresi dari kolon membantu dalam keseimbanan
elektrolit. Bicarbonat disekresi untuk pertukaran clorida. Sekitar 4-9 mEq
natrium dikeluarkan setiap hari oleh usus besar. Berubahnya fungsi kolon dapat
menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
Akhirnya kolon memindahkan sisa produk dan gas (flatus).
Flatus dihasilkan dari tertelannya udara, difusi gas dari pembuluh darah ke
usus dan kerja bakteri pada karbohidrat yang tidak bisa diserap. Fermenrasi
dari karbohidrat (seperti kol dan bawang) menghasilkan gas pada usus yang dapat
merangsang peristaltik. Orang dewasa biasanya membentuk 400-700 ml flatus
setiap hari.
REKTUM DAN KANAL ANAL
Rektum pada orang dewasa biasanya mempunyai panjang 10-15
cm. Bagian distal yagn panjangnya 2,5-5 cm adalah kanal anus.
Pada rektum terdapat 3 lapisan jaringan yang bentuknya
saling berseberangan terhadap rektum dan beberapa lipatan letaknya vertikal.
Setiap lipatan yang vertikal terdiri dari sebuah vena dan arteri. Dipercaya
bahwa lipatan-lipatan ini membantu pergerakan feses pada rektum. Ketika vena
dilatasi dapat terjadi dengan tekanan yang berulang-ulang, kondisi ini dikenal
dengan hemorhoid.
Kanal anal dikelilingi oleh ptpt spinkter internal dan
eksternal. Internal spinkter berada di bawah kontrol syaraf involunter, dan
spinkter eksternal secara normal dipengaruhi syaraf volunter. Kerja dari
spinkter eksterna diperbesar oleh otot levator ani pada dasar pelvik. Spinkter
internal dapat dipengaruhi oleh sistem syaraf otonom, spesime syaraf eksternal
dipengaruhi oleh sistem syaraf somatik
FEKAL : PROSES DEFEKASI
Buang air besar (biasanya disingkat menjadi BAB) atau
defekasi adalah suatu tindakan atau proses makhluk
hidup untuk membuang kotoran atau tinja yang padat atau
setengah-padat yang berasal dari sistem pencernaan mahkluk
hidup. Manusia dapat
melakukan buang air besar beberapa kali dalam satu hari atau satu kali dalam
beberapa hari. Tetapi bahkan dapat mengalami gangguan yaitu hingga hanya
beberapa kali saja dalam satu minggu atau dapat berkali-kali dalam satu hari,
biasanya gangguan-gangguan tersebut diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak
benar dan jika dibiarkan dapat menjadi masalah yang lebih besar.
Mekanismenya yaitu sebagai berikut :
Gerakan peristaltis dari otot-otot dinding usus besar menggerakkan tinja dari saluran
pencernaan menuju ke rektum.
Pada rektum terdapat bagian yang membesar (disebut ampulla) yang menjadi
tempat penampungan tinja sementara. Otot-otot pada dinding rektum yang dipengaruhi
oleh sistem saraf sekitarnya
dapat membuat suatu rangsangan untuk mengeluarkan tinja keluar tubuh. Jika
tindakan pembuangan terus ditahan atau dihambat maka tinja dapat kembali ke
usus besar yang menyebabkan air pada tinja kembali diserap, dan tinja menjadi
sangat padat. Jika buang air besar tidak dapat dilakukan untuk masa yang agak
lama dan tinja terus mengeras,konstipasi dapat
terjadi. Sementara, bila ada infeksi bakteri atau virus di usus maka secara refleks usus
akan mempercepat laju tinja sehingga penyerapan air sedikit. Akibatnya, tinja
menjadi lebih encer sehingga perut terasa mulas dan dapat terjadi
pembuangan secara tanpa diduga. Keadaan demikian disebut dengan diare.
Ketika rektum telah penuh, tekanan di dalam rektum akan
terus meningkat dan menyebabkan rangsangan untuk buang air besar. Tinja akan
didorong menuju ke saluran anus. Otot sphinkter pada anus akan membuka lubang
anus untuk mengeluarkan tinja.
Selama buang air besar, otot dada, diafragma, otot
dinding abdomen, dan
diafragma pelvismenekan saluran cerna.
Pernapasan juga akan terhenti sementara ketika paru-paru menekan diafragma dada
ke bawah untuk memberi tekanan. Tekanan darah meningkat
dan darah yang dipompa menuju jantung meninggi.
DAFTAR PUSTAKA
~ GUYTON,Arthur
C.1992.Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit (human Phisiology and mechanism
of disease ). Jakatra : EGC.
~ Potter.
(2005). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta:
EGC.
~ http://www.wikipedia.com, diakses pada
tanggal 12 Mei 2011.
1 komentar:
YouTube | VRGear.cc
The best free vr sports games, you will want download youtube video to mp3 to find one for your video If you want to make the best vr sports game for you, click the “Virtual Sports” button.
Posting Komentar